Belajarislammoderat.blogspot.co.id
Sekilas tentang Tafsir al-Jilani yang berawal ditemukan oleh seorang ulama yang bernama Saŷid Syarief Muhammad Fadhil Jailani al-Hasani. Beliau adalah cucu ke 25 al-Jailani, yang lahir di desa Jimzaraq tahun 1954 M, provinsi Qurtalan, Is’ird yang terkenal sebagai daerah yang memiliki banyak ulama di sebelah timur Turki. Sekarang ia tinggal di Istambul.
Sekilas tentang Tafsir al-Jilani yang berawal ditemukan oleh seorang ulama yang bernama Saŷid Syarief Muhammad Fadhil Jailani al-Hasani. Beliau adalah cucu ke 25 al-Jailani, yang lahir di desa Jimzaraq tahun 1954 M, provinsi Qurtalan, Is’ird yang terkenal sebagai daerah yang memiliki banyak ulama di sebelah timur Turki. Sekarang ia tinggal di Istambul.
Sekian lama perjalanannya menuntut ilmu di berbagai tempat, hingga ia mendatangi Madinah al-Munaŵarah dan mengawali mencari kitab-kitab Abdul Qadir al-Jailani, pada tahun 1977 M di Madinah al-Munaŵarah dan kota-kota lainnya sampai tahun 2002 M.
Setelah tahun itu, ia menghabiskan seluruh waktunya untuk mencari kitab-kitab karya Abdul Qadir al-Jailani, dan hingga sekarang melanjutkan mencari. Ia mendatangi hingga 50 perpustakaan Negara dan puluhan perpustakaan swasta yg terdapat di 20 negara. Dari hasil itu semua ia menemukan 17 kitab, dan 6 risalah.
Dan perjalannya mendatangi pusat ilmu-ilmu pengetahuan, ternyata ada 14 karya Abdul Qadir al-Jailani, yang dianggap punah, hingga pada akhirnya ia meningkatkan pencarian kitab-kitab tersebut di pelbagai perpustakaan Internasional, hingga sekian banyak dan sekian lama pencariannya ia dapat mengumpulkan 9.752 lembar karya-karyanya. Dan yang lebih mengagumkan, ia menemukan beberapa karya Abdul Qadir al-Jailani, di perpustakaan internasional Vatikan di negeri Vatikan, dan ternyata di sana ditemukan beberapa karya-karyanya, yang kitabnya bertuliskan dalam bahasa Italia yang terjemahannya, “Filsuf Islam.” Dan dituliskan juga dalam bahasa Arab, “Syaikh al-Islam wa al-Muslimîn.” Dan dua gelar ini tidak ia dapatkan di perpustakaan lain. Terkait dengan orisinalitas kitab tafsir yang dijadikan rujukan oleh Saŷid Fadhil, merujuk pada beberapa data di antaranya:
a. Manuskrip-manuskrip Tafsir.
1. Naskah tulisan Abdul Qadir al-Jailani.
2. Naskah India, kurang 1 juz, ditulis tahun 622 H atau 61 tahun setelah wafatnya Abdul Qadir al-Jailani r.a
3. Naskah A yang di jadikan sebagai rujukan utama.
4. Naskah B, di jadikan sebagai rujukan sekunder.
5. Naskah C, di jadikan sebagai rujukan sekunder.
6. Naskah yang menjadi sumber salinan naskah C. Ini adalah naskah Syam yang sudah punah.
Selain menuskrip-manuskrip di atas, ia juga menerima informasi dari beberapa tokoh sebagai berikut:
a. Sayyid Abdul Muththalib al-Kailani yang mengutip pernyataan Haji Nuri, Direktur Perpustakaan al-Qadiriyah di Baghdad.
b. Beberapa anggota keluarga Syaikh al-Jailani di Madrasah Watkiyah dan Wakaf Syaikh di Baghdad.
c. Syaikh Umar ar-Rifa’i yang mengutip pernyataan Sayyid Yusuf al-Kailani rahimahullah.
d. Ustadz Mushthafa al-Jailani al-Halabi. Ia adalah pemilik sebuah perpustakaan di Baghdad dan memberikan informasi tentang adanya sebuah naskah lain yang ditulis langsung oleh Abdul Qadir al-Jailani yang ada di Perpustakaan al-Qadiriyah di Baghdad, tetapi kemudian naskah itu hilang selama beberapa abad. Naskah itu berhasil ditemukan lagi di Syam.
Setelah ia melakukan upaya pencarian naskah tersebut di Syam, ia pun mengetahui bahwa naskah itu memang pernah ada tapi kemudian hilang. Ia akan berusaha sekuat tenaga untuk menemukan naskah tersebut di berbagai perpustakaan internasional.
Dalam bukunya yang berjudul “Maktabah al-Madrasah al-Qadiriyah al-Ammah fi Baghdad” Saŷid Nuri Muhammad Shabri al-Mufti, sekretaris Perpustakaan Umum al-Qadiriyah, menyatakan bahwa di antara karya Syaikh Abdul Qadir al-Jailani adalah “Tafsir al-Qur’an al-Karim dengan tulisan tangannya.” Dengan dasar demikian menegaskan terhadap penerbitan kitab tafsir atas nama karya Syaikh Abdul Qadir al-Jailani. Kemudian pertama kali tafsir al-Jailani ini diterbitkan di Markaz Istambul Turki, dengan cetak menjadi 6 jilid.